Berusaha memaknai kembali arti dari Idul Adha (2008 M)

Bahwa hari adalah peringatan saat Ibrahim mengorbankan Ismail sudah kiranya kita semua tau.
Bahwa hari adalah saat dimana saudara-saudara kita di Mekkah sedang menunaikan haji sudah pula kiranya kita juga mengerti.

Tapi, apakah kita sudah kembali merenung untuk mengerti dan tau makna di dalam .
Bahwa bukan hanya puasa sunnah, shalat Ied, dan menyembelih / saja.
Bahwa sebuah bukan hanya sebuah ritual tanpa makna dan arti.

selalu mempunyai sisi multi dimensi, selain berpasrah diri kepada Allah, sehendaknya pula kita selalu membantu sesama manusia.
Alangkah egoisnya kita apabila kita bersibuk sendiri berusaha meraih akherat yang baik, terlepas apakah itu surga atau neraka yang kita tuju, itu semua adalah hak Allah yang memutuskan.
Apalah arti kita sebagai khalifah di dunia, apabila kita tidak sedikitpun ikut peduli dengan dunia, dengan lingkungan sekitar kita, dengan sesama manusia.

Apakah dengan membeli / kemudian gugur sudah kewajiban kita?
Apakah hanya tentang menggugurkan kewajiban?
Apakah dengan telah menggugurkan kewajiban berarti kita lebih hebat dengan yang lain?

Well, it’s all up to u to answer …
One thing for sure, it’s been my journey to always seek some answer and understanding.
Untuk mengerti dan semakin memahami apakah arti sebuah selain dari sebuah upaya pencarian pahala dan penghapusan kewajiban.

Recent Entries

8 Responses to “Berusaha memaknai kembali arti dari Idul Adha (2008 M)”

  1. isdah ahmad Says:

    idul adha taon ini sepertinya gag ada apa”nya :( sepiii…

  2. latree Says:

    kita lebih sering kejebak ke yang seremonial begitu tanpa bisa mengambil hikmahnya :(

  3. julian Says:

    Ya terlalu sering melupakan makna dari sebuah ibadah, sehingga kuantitas saja yang mungkin bertambah tapi tidak dengan kualitas.

  4. heLL Says:

    waduhhhh….
    berat banged artikelnya…
    it’s so religious,,,

  5. pinkparis Says:

    @ isdah ahmad : bikin acara biar rame :-)

    @ latree : betul sekali …

    @ julian : yup, it happens.

    @ heLL : ndak juga kok, wong cuma beberapa baris saja :-)

  6. diorockout Says:

    hehehe

  7. Abu Aisyah Says:

    Idul Adha disebut juga Idul Qurban, disebut juga Idul Haji. Di hari ini setiap orang melakukan syi’ar kurban sebagai wujud penghambaan diri kepada Allah.

    Makna Idul Qurban sendiri adalah berkurban kepada Allah yaitu dengan menyembelih hewan Qurban. Qurban sendiri artinya dekat. Yang mana berkurban adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    “Alangkah egoisnya kita apabila kita bersibuk sendiri berusaha meraih akherat yang baik, terlepas apakah itu surga atau neraka yang kita tuju, itu semua adalah hak Allah yang memutuskan.
    Apalah arti kita sebagai khalifah di dunia, apabila kita tidak sedikitpun ikut peduli dengan dunia, dengan lingkungan sekitar kita, dengan sesama manusia.”

    Manusia punya hak untuk memilih dia masuk ke neraka atau surga. Di bumi manusia diberi dua pilihan, ta’at kepada Allah atau tidak. Yang tidak ta’at maka Allah memutuskan masuk ke neraka, yang ta’at masuk ke surga, jadi bukanlah semuanya adalah keputusan dan hak Allah yang memutuskan seorang hamba itu masuk surga atau neraka.

    Qurban itu berbeda dengan zakat. Qurban artinya ikut mensyi’arkan ajaran Islam yaitu dengan berkurban. Maka dari itulah, tidak hanya orang miskin saja yang makan daging hewan Qurban tetapi juga orang kaya, dan orang yang berqurban.

    Allah berfirman di Al Qur’an surat Al Hajj ayat 36 yang artinya:
    “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

    Jadi orang yang mengatakan daging Qurban itu hanya untuk orang miskin adalah salah besar. Demikian juga yang dikatakan beberapa ustadz yang ceramah di beberapa masjid menjelang Idul Adha kemarin. Allah telah berfirman daging tersebut adalah untuk diri sendiri, orang miskin, dan orang kaya di antara kita. Karena hal ini adalah syi’ar Islam.

    Adapun zakat, maka ada 8 golongan yang berhak menerimanya.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahulloh menjelaskan ibadah adalah suatu cara yang telah dituntun oleh Allah dan Rasul-Nya yang fungsinya adalah mendekatkan diri kepada Allah. Imam Nawawi dalam syarah Hadits Arba’in menjelaskan ibadah itu harus ikhlas, tulus, jujur, dan sesuai tuntunan agar diterima oleh Allah Azza wa Jalla.

    Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang shohih, “Setiap ibadah itu haram terkecuali ada dalilnya, dan setiap muamalah itu halal, terkecuali dilarang oleh dalil”.

    Wallahu’alam bishawab.

  8. pinkparis Says:

    @ diorockout : ???

    @ Abu Aisyah : waduh, terimakasih banget sharingnya yang panjang lebar. Very very much appreciated. Salam buat ur cute little daughter :-)

Leave a Reply