Where did you throw your trash?
Kerap kali aku merasa gerah pada kebiasaan orang-orang yang suka sekali membuang sampah sembarangan. Dengan enaknya dari jendela mobil membuang plastik bekas bungkus makanan atau minuman, tissue ataupun putung rokok. Dari pintu mikrolet tiba-tiba terlempar gelas plastik bekas minum. Sambil berjalan kaki seenaknya membuang tissue bekas, potongan kertas atau kantong plastik.
Apakah memang begitu susahnya menemukan tempat sampah sampai kita menganggap this earth as a huge big trash bin? Apakah memang begitu malasnya sampai kita tidak mau mencari tempat sampah di sekelilingnya? Apakah memang begitu tidak sabarnya sampai kita tidak mau menyimpan sampah-sampah kecil itu sejenak sampai menemukan tempat sampah.
Kadang ada yang membuat pembenaran dengan menjawab bahwa dia hanya membuang sampah kecil : ‘Ah, ini kan cuma selembar tissue’. Memang selembar, tetapi bayangkan bila kita semua sama-sama kompak menjadi pemalas dan membuang sedikit sampah itu. Apakah kemudian masih bisa disebut sebagai ‘kecil’?
Coba kita lihat bantaran-bantaran sungai, atau got-got di sekitar kita. Atau bahkan pinggiran pantai Ancol. Jangan harap kita akan menemukan air jernih yang sedap dipandang mata. Yang ada malah ceceran-ceceran sampah yang beraneka ragam. Dan parahnya lagi banyak sekali sampah yang tercecer tersebut adalah sampah yang sangat susah untuk di daur ulang.
Dan apakah kemudian kita masih akan bertanya kenapa ibu kota tercinta ini selalu banjir? Dan apakah kemudian bumi tidak marah atas perlakuan kita yang semena-mena?
(thinking)
February 1st, 2009 at 8:30 am
I’m with you. *sigh*
February 1st, 2009 at 4:21 pm
I always think the same … (unsure)
February 3rd, 2009 at 12:07 am
Hello………………
Good afternoon..???
February 3rd, 2009 at 1:12 pm
benar itu
“BUANG LAH SAMPAH PADA TEMPATNYA”
itu wajib
dari lahir harus diwariskan alias dibudayakan
trus kalau bisa disediakan tempat sampah utk sampah kering dan basah di seluruh tempat bahkan rumah sendiri.
Jgn hanya di sekitar MONAS aja yang disediakan tempat sampah itu
na dirmh gw biasanya di pisahkan antara sampah kaleng, aqua botol, dan sampah basah
sampah kaleng ama aqua ini biasa kami salurkan ke salah satu ibu yng jua tetangga kami. Lumayan kan bantu org cari nafkah. dari sampah kaleng dan aqua botol ama gelas itu si Ibu tadi bisa dpt uang.
Saling membantu lah istilahnya …
February 3rd, 2009 at 1:16 pm
by the way, Ris
Risna bisa menjadi supporter WWF jua di http://www.supporterwwf.org/
di sana terkumpul org org yang peduli terhadap lingkungan seperti Risna ini.
join us =)
February 3rd, 2009 at 3:20 pm
weww…. setuju… padahal menyimpan sampah di kantong atau di tas lalu dibuang saat menemukan tempat sampah itu nga sulit lohh….
blog nya saya link ya
February 4th, 2009 at 9:26 am
@latree : (cozy)
@Fenty : great (cozy)
@iwan : hai ….
@Arifin : betul, memang harus dari kecil didisiplinkan. wah, konsep buang sampah yang keren, bisa tuh dicontek
@maya : silahkan, my pleasure …