Where did you throw your trash?

Kerap kali aku merasa gerah pada kebiasaan orang-orang yang suka sekali membuang sembarangan. Dengan enaknya dari jendela mobil membuang plastik bekas bungkus makanan atau minuman, tissue ataupun putung rokok. Dari pintu mikrolet tiba-tiba terlempar gelas plastik bekas minum. Sambil berjalan kaki seenaknya membuang tissue bekas, potongan kertas atau kantong plastik. 

Apakah memang begitu susahnya menemukan tempat sampai kita menganggap this earth as a huge big trash bin? Apakah memang begitu malasnya sampai kita tidak mau mencari tempat di sekelilingnya? Apakah memang begitu tidak sabarnya sampai kita tidak mau menyimpan - kecil itu sejenak sampai menemukan tempat .

Kadang ada yang membuat pembenaran dengan menjawab bahwa dia hanya membuang kecil : ‘Ah, ini kan cuma selembar tissue’. Memang selembar, tetapi bayangkan bila kita semua sama-sama kompak menjadi pemalas dan membuang sedikit itu. Apakah kemudian masih bisa disebut sebagai ‘kecil’?

Coba kita lihat bantaran-bantaran sungai, atau got-got di sekitar kita. Atau bahkan pinggiran pantai Ancol. Jangan harap kita akan menemukan air jernih yang sedap dipandang mata. Yang ada malah ceceran-ceceran yang beraneka ragam. Dan parahnya lagi banyak sekali yang tercecer tersebut adalah yang sangat susah untuk di daur ulang.

Dan apakah kemudian kita masih akan bertanya kenapa ibu kota tercinta ini selalu ? Dan apakah kemudian bumi tidak marah atas perlakuan kita yang semena-mena?

(thinking)

Recent Entries

7 Responses to “Where did you throw your trash?”

  1. latree@stupidshots Says:

    I’m with you. *sigh*

  2. Fenty Says:

    I always think the same … (unsure)

  3. iwan Says:

    Hello………………
    Good afternoon..???

  4. Arifin Puk Says:

    benar itu

    “BUANG LAH SAMPAH PADA TEMPATNYA”

    itu wajib
    dari lahir harus diwariskan alias dibudayakan

    trus kalau bisa disediakan tempat sampah utk sampah kering dan basah di seluruh tempat bahkan rumah sendiri.
    Jgn hanya di sekitar MONAS aja yang disediakan tempat sampah itu

    na dirmh gw biasanya di pisahkan antara sampah kaleng, aqua botol, dan sampah basah

    sampah kaleng ama aqua ini biasa kami salurkan ke salah satu ibu yng jua tetangga kami. Lumayan kan bantu org cari nafkah. dari sampah kaleng dan aqua botol ama gelas itu si Ibu tadi bisa dpt uang.
    Saling membantu lah istilahnya …

  5. Arifin Puk Says:

    by the way, Ris
    Risna bisa menjadi supporter WWF jua di http://www.supporterwwf.org/

    di sana terkumpul org org yang peduli terhadap lingkungan seperti Risna ini.

    join us =)

  6. maya Says:

    weww…. setuju… padahal menyimpan sampah di kantong atau di tas lalu dibuang saat menemukan tempat sampah itu nga sulit lohh….

    blog nya saya link ya :)

  7. pinkparis Says:

    @latree : (cozy)

    @Fenty : great (cozy)

    @iwan : hai ….

    @Arifin : betul, memang harus dari kecil didisiplinkan. wah, konsep buang sampah yang keren, bisa tuh dicontek ;)

    @maya : silahkan, my pleasure …

Leave a Reply