Admiring “World Press Photo 08″
Media Indonesia, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Belanda serta Canon dan TNT sebagai sponsor utama, baru saja mengadakan sebuah pameran foto yang bernama “World Press Photo 08“. Pameran ini diadakan di Pacific Place – sebuah mall baru di daerah Jakarta Selatan – dari tanggal 12 – 28 Desember mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam.
Agak aneh juga menurutku mengadakan pameran foto di sebuah mall, apakah karena memang mall ini bersegmen menengah keatas sehingga dijadikan sebagai venue atau mungkin memang hal itu dilakukan dengan sengaja agar pameran ini dapat dinikmati oleh semua orang. Kalau memang iya, menurutku juga masih kurang cocok, di dalam mall banyak anak-anak kecil berlari-larian dan dengan perasaan penuh ingin tau dan mereka akan memegang dan meraba-raba foto (padahal hampir di semua pojok di beri notifikasi ‘Please Do Not Touch’).

Suasana pameran dalam mall Pacific Place
Dalam pameran ditampilkan foto-foto hasil seleksi dari 5.019 fotografer dari 125 negara (sayangnya Indonesia tidak termasuk di dalamnya). Penghargaan ‘World Press Photo’ ini merupakan acara tahunan yang berlangsung pertama kali pada tahun 1955 di Belanda dan kemudian berkembang world-wide sampai sekarang dan menjadi sebuah organisasi independen non-profit. Foto yang dipamerkan bukan foto-foto indah nan artistik, justru banyak foto blur tanpa fokus yang jelas. Hal ini karena memang bukan komposisi, cahaya, atau angle yang dinilai, tetapi nilai cerita yang terkandung di balik foto tersebut atau yang lebih dikenal dengan Photojournalism (a particular form of journalism that creates images in order to tell a news story – wikipedia).

Beberapa foto yang ditampilkan dalam pameran
Ada banyak sekali kategori yang ada, mulai dari Daily Life, Sport, Contemporary Issues, Nature, Potraits, Arts and Entertainment, General News, etc. Dan foto yang menurutku sangat menarik (dan menyeramkan) adalah foto-foto tentang sebuah aliran sekte di Venezuela yang diambil oleh seorang fotografer Spanyol bernama Cristina García Rodero dan berhasil mendapatkan peringkat ketiga dalam kategori ‘Arts and Entertainment’. Coba saja lihat di sini.
Banyak sekali informasi dan hal baru yang aku dapatkan dalam pameran ini. Semoga tahun depan acara ini dapat diadakan kembali di Indonesia …..
Note : Foto-foto lain bisa dilihat sini
December 29th, 2008 at 7:53 pm
waaa… kapan ya pameran gini mampir surabaya? (unsure)
December 29th, 2008 at 11:09 pm
Waaa Ris
kenapa gw gak tau ya event gini?
u dpt informasi dari mana semua event di sini?
December 30th, 2008 at 10:32 am
Ngarep bakalan ada di Surabaya …
December 30th, 2008 at 10:17 pm
@fahmi!, @Fenty : klo kalian yang ke Jakarta gmana?
sekalian kopdar sama aku, hehehe …
@Arifin : kemarin taunya dari temen fotograferku dan ternyata ada iklannya juga kok, baik online (websitenya Media Indonnesia) dan offline (iklan di Metro TV)
December 31st, 2008 at 8:46 am
orang indonesia yang masuk world press photo cuman 2 orang, dan itu udah lama sekalee… sekarang lom ada tuh generasi baru yang masuk. ya moga aja dengan diadain di mol bisa banyak yang ikutan
January 2nd, 2009 at 9:48 pm
@isdah ahmad : amieen, oh sempat ada ya. keren juga donk