How well do you know about “Film Rating”?
Ugh, ini sudah kesekian kalinya aku merasa jengah dengan anak-anak kecil yang menonton bioskop di waktu dan film yang tidak tepat. Bukan hanya karena mereka sangat berisik dan tidak bisa menjaga tone suara mereka, tetapi juga karena film yang mereka tonton belum layak untuk mereka nikmati dalam umur mereka yang masih belia.
Contohnya saja saat aku menonton ”Transformer II”, berbondong-bondong para orang tua mengajak anak-anaknya menonton Transformer II yang notabene mengandung unsur robot. Hal ini adalah hasil dari anggapan umum bahwa semua film kartun dan robot adalah film anak-anak. Padahal banyak scene dalam film Transformer II yang mengandung unsur kekerasan, materi sexual dan drug yang tentunya sangat tidak layak di konsumsi oleh anak-anak.
Apakah memang sebegitu sulitnya bagi para orang tua tersebut untuk menentukan film apa saja yang cocok untuk anak-anak mereka?
Kalau sedikit lebih teliti setiap film biasanya sudah dilengkapi dengan rating yang sesuai dengan isi film tersebut. Kembali ke film “Transformer II”, film ini mempunyai rated PG-13, atau 13 tahun keatas. Yang sudah jelas, bukan untuk di konsumsi oleh anak-anak SD (bahkan balita).
Rating tersebut biasanya disusun berdasarkan umur penonton dan setiap negara mempunyai sistem rating film berbeda. UK menggunakan sistem dari “British Board of Film Classification” sedangkan USA menggunakan sistem dari “Motion Picture Association of America”.
British Board of Film Classification (BBFC)
Organisasi ini tidak hanya bertanggung jawab untuk memberikan rating bagi film yang beredar di UK, tetapi juga bertanggung jawab untuk mengklasifikasikan video games.
Rating dalam BBFC ini terbagi dalam 8 jenis :
- UC – Film dalam rating ini biasanya ditujukan untuk anak-anak, sehingga semua umur dapat menikmatinya.
- U - Semua Umur
- PG – Semua Umur, tetapi anak-anak sebaiknya menonton dalam pengawasan orang tua.
- 12A - 12 tahun kebawah dan dibutuhkan pengawasan orang tua.
- 12 - 12 tahun keatas.
- 15 – 15 tahun keatas.
- 18 – 18 tahun keatas. Film biasanya mengandung banyak unsur kekerasan, pornografi dan horror.
- R18 – 18 tahun keatas. Film biasanya hanya ditayangkan di sinema tertentu.
Motion Picture Association of America (MPAA)
Asosiasi ini bertanggungjawab dalam memberikan rating untuk film/ cinema, home video dan juga untuk industri film televisi. Rating dibagi menjadi lima jenis :
- G (General) – Semua Umur
- PG (Parental Guidance) – Semua Umur, tetapi anak-anak sebaiknya menonton dalam pengawasan orang tua.
- PG-13 (Parental Guidance under 13) – Semua Umur, tetapi anak-anak dibawah umur 13 tahun sebaiknya menonton dalam pengawasan orang tua.
- R (Restricted) – Penonton dibawah 18 tahun membutuhkan pengawasan orang tua karena film ini biasanya mengandung banyak unsur kekerasan, pornografi dan horror.
- NC-17 (No children under 17) – 18 tahun keatas
Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Setauku ada Lembaga Sensor Film (LSF) yang mengatur klasifikasi film. Tapi sayangnya aku tidak dapat menemukan pembagian klasifikasi tersebut pada saat aku mencoba mencari data pembagian rating di website resmi LSF.
Anybody want to add/ revise?
August 6th, 2009 at 1:03 pm
kalo di indonesa kan ada BO (bimbingan orangtua), R (remaja) , SU (semua umur) tapi cuma di tipi aja, kalo beoskop g ada kayaknya
August 6th, 2009 at 1:31 pm
Kayaknay masih ada satu lagi ya? RP, Rate Pending. Itu buat film yang masih director preview. Atau belum release resmi tapi sudah keburu ditayangkan untuk sebuah promo atau event tertentu.
August 7th, 2009 at 9:46 am
yeah, orang tua seperti itu gak pedulian (doh)
August 11th, 2009 at 8:22 am
wah… aku malah baru tahu yang serinci ini. makasih infonya.
tapi emang sih, aku juga ngga ngajak anak2 nonton transformer. melarang nonton sinetron. nyaringnya pake feeling. tapi kalo ngelarang nonton spongebob dan tom and jerry kok susah ya, padahal di situ sering ada unsur kekerasan…….
August 12th, 2009 at 4:32 pm
Kalo film2 di bioskop Indo rasane cuma ada yg “segala umur” dan “17 tahun keatas”. Itupun ga strict, asal beli tiket bisa masuk
August 12th, 2009 at 8:14 pm
Heueuuee………….. ya gitu deh, kalo nonton sama anak2 pasti berisik.
Makanya saya sering nontonnya jam malam dan premiere. Tp ternyata anak sekarang jg dibawa ortunya malam2, dan nontonnya jg di premiere……….. hueee anak2 borju ternyata kjekekekek……..
August 13th, 2009 at 6:45 am
info yang menarik. btw dah jarang nonton ke bioskop. lebih sering nonton di rumah
August 13th, 2009 at 9:18 am
Kalau yang aku tau, pas lihat VCD atau DVD biasanya ada tulisan RATING: DEWASA, ada juga SEMUA UMUR, 13 TAHUN KE ATAS (REMAJA).
Entah kenapa kadang juga ada tulisan RATING: DEWASA 21+ , bedanya ama DEWASA apa aku juga nggak tau.
August 13th, 2009 at 11:57 am
wah…harus di perhatikan juga sih..ntar kecil-kecil udah hapal nama senjata..
nonton transformer ingat nongbarnya arek2….hahhaa…*aku selalu menjadi korban*
August 13th, 2009 at 2:21 pm
Rating????? ah gag perlu lah…..
August 13th, 2009 at 8:16 pm
biyen wes tau moco, tapi lagi iki sempat komeng
August 18th, 2009 at 7:03 am
@sandy : emang ada ratenya, tapi klo di TV, jadwal penayangannya tidak mendukung penentuan rate nya
@GoenRock : hmm, Rate Pending. baru tau … thanks infonya
@Fenty : semoga kita nanti tidak seperti itu ya (cozy)
@latree : sama-sama, mbak. nah, itu. klo udah kartun memang susah
@Jiewa : iya, percuma banget kan dikasih rate kayak gitu.
@Zee : hehehe, ternyata ….
@arifin : nonton di rumah klo buat anak-anak juga butuh di saring kan?
@abu aisyah : hehehe, iya ya. umur 21 bukannya udah dewasa ya
@bom : ayo nonbar lagi, hehehe.
@ardi : lah klo buat km ya gak perlu
@agus : thanks sekarang udah di komen
August 18th, 2009 at 1:45 pm
q sering tu liat anak kecil ikutan nonton m ortunya di bioskop.
August 18th, 2009 at 4:32 pm
Kalo saya sih lebih suka online ketimbang nonton film.
August 21st, 2009 at 7:37 am
Di Indonesia ga usah rate,
Pasti dilanggar soale
August 21st, 2009 at 7:58 am
Wah kalau di indonesia cuma ada SU, BO, 17+…..
August 21st, 2009 at 11:42 pm
not too well actually. tapi saya bisa mikir lah mana film yang pantas ditonton sama anak SD dan mana yang tidak… hehe..
August 27th, 2009 at 2:13 pm
@yudik : ikutan nemenin ortunya ya?
@Zian : klo koneksi kenceng sih, okay ya …
@aLe : hahaha, setuju
@nahdhi : berarti ada ya?
@morishige : gud gud gud
September 14th, 2009 at 11:38 am
orangtuanya ndak peduli mbak… jadi inget pas nonton pelem blood sama chika dan pitra… malah ada ibu dan bapak yg bawa 3 anak kecil… ndak kebayang gimana mereka bakalan sibuk nutupin mata anak2 nya itu ntar secara hampir seluruh pelem isinya potong2 orang
September 18th, 2009 at 12:53 pm
@dita.gigi : waaaah. parah. gmana anak2 indo mo maju (doh)
October 17th, 2009 at 1:45 am
masalahnya, lembaga kita ini kurang menggigit..
mending nonton shitnetron saja lah!!
*nangis manohara*
December 25th, 2009 at 12:02 am
You write awsome article, bookmarked