AHM Open House – Safety Riding

Sesi terakhir dalam AHM Open House ini adalah penjelasan tentang bagaimana berkendara dengan aman dan nyaman atau yang biasa dikenal dengan ‘Safety Riding’. AHM telah melakukan kampanye Safety Riding ini secara berkala dengan harapan agar tingkat kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi, fakta di lapangan banyak membuktikan bahwa ternyata masih banyak para pengendara motor yang belum mengetahui bagaimana cara berkendara dengan baik dan aman.
Seorang pengendara motor hendaknya mempunyai kemampuan untuk memprediksi bahaya yaitu mengetahui “Apa yang akan terjadi berikutnya” dari “kondisi sekarang”. Hal ini sangat penting karena lebih dari 90% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia yang mencakup kurangnya kemampuan pengenalan situasi, etika dan mentalitas berkendara serta faktor keterampilan. Sisanya adalah faktor kondisi jalan, rambu lalu lintas, perawatan dan modifikasi kendaraan yang kurang tepat.
Ketika mengendara, seorang pengemudi diharuskan mempunyai ketajaman visualisasi dinamis (red = kemampuan pandangan mata untuk melihat benda yang bergerak). Tingkat ketajaman visualisasi mengalami puncaknya pada pagi hari tetapi menurun sampai 25% pada malam hari. Ketajaman ini juga akan menurun seiring dengan pertambahan usia dan menurun drastis pada saat kita lelah.
Pada kondisi tidak bergerak, mata kita mempunyai sudut ruang lingkup visual antara 180 sampai 200 derajat. Seorang pengemudi harus mempunyai kemampuan untuk mengatur garis pandang visual atau jarak pandang dengan baik karena semakin cepat kendaraan bergerak, semakin sempit ruang lingkup visual kita. Untuk melatih kemampuan ini, cobalah untuk melihat tegak ke depan dan gerakkan pandangan sedikit demi sedikit.
Adaptasi pada keadaan yang terang membutuhkan waktu yang lebih sedikit dibandingkan adaptasi pada kondisi gelap. Dibutuhkan sekitar 5 – 10 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan kegelapan dan hanya dibutuhkan 3-10 detik untuk beradaptasi dengan penyilauan.
Sebelum berkendara, pastikan kita sudah siap fisik dan mental. Lakukan pemanasan tubuh dan pakailah perlengkapan berkendara yang lengkap mulai dari helm (jangan lupa ikat talinya), sepatu, sarung tangan, celana panjang dan jaket berlengan panjang. Jangan lupa lakukan pula pengecekan kendaraan mulai dari roda, rem depan, rem belakang, dan instrumen lampu.
Dan yang paling penting adalah taatilah aturan lalu lintas dan hargailah sesama pengguna jalan. Niscaya kecelakaan lalu lintas dapat dihindari.
March 1st, 2009 at 11:02 am
hiya jadi inget dulu waktu pernah ‘kejadian’, hikmahnya jadi cari-cari artikel tentang “safety driving” dan “defensive driving”.
dalam konteks ini defensive riding juga rasanya masih relevant ..
thx ya udah ngingetin
March 7th, 2009 at 1:16 pm
saya suka touring kok belum pernah ikut training safety ridding ya..
cuma belajar otodidak..
hihihi
March 7th, 2009 at 2:18 pm
@lelouch : you are welcome. wah, jangan sampai ‘kejadian’ lagi donk
@annosmile : hehehe, malah lebih ngerti biasanya klo otodidak